Bagaimanakah Tatanama Enzim?

Awalnya, ketika baru beberapa enzim yang ditemukan, penamaan enzim dilakukan tanpa memiliki acuan tertentu. Contohnya saja penamaan enzim emulsin dan ptyalin. Kemudian, setelah enzim semakin banyak ditemukan, penamaan enzim dilakukan dengan menggunakan nama substrat dimana enzim itu bekerja atau nama reaksi yang dikatalisis ditambah akhiran –ase. Misalnya: enzim yang mengkatalisis pemecahan lipid (hidrolisis lipid = lipos) disebut lipase, enzim yang menggunakan pati (amilum = amylos) sebagai substratnya disebut amilase, kemudian nama-nama enzim lainnya seperti selulase, dehidrogenase, urease dan lain-lain.

Setelah semakin banyak ditemukannya enzim, para ahli biokimia mulai memikirkan sistem tatanama enzim yang lebih memadai. Sistem penamaan dengan akhiran –ase tidak lagi memungkinkan setelah ditemukan berbagai enzim yang mengatalisis reaksi yang berbeda terhadap substrat yang sama. Misalnya saja ada beberapa enzim yang menggunakan glukosa 6 fosfat sebagai substrat. Enzim-enzim tersebut yaitu fosfo heksosa isomerase, glukosa 6 fosfatase, glukosa 6 fosfat dehidrogenase dan fosfoglukomutase. Penggunaan tatanama berakhiran –ase berdasarkan substrat yang dikatalisis tidak mungkin digunakan. Keempat enzim tersebut tidak mungkin diberi nama yang sama. Akhirnya, para ahli memutuskan untuk memberikan nama enzim dengan lebih ditekankan pada jenis reaksi yang dikatalisisnya. Contoh, enzim dehidrogenase mengatalisis pengeluaran hidrogen, sementara enzim transferase mengatalisis reaksi pemindahan gugus.

Seiring dengan perkembangan penelitian, yang juga berarti semakin banyak enzim yang ditemukan, sitem penamaan dengan akhiran –ase semakin tidak memadai. Kemudian International Union of Biochemistry (IUB) menyusun sebuah sistem tatanama enzim yang baru.

Sistem penamaan enzim menurut IUB didasarkan pada 4 kaidah pokok, yaitu:

  1. Enzim dibagi menjadi enam klas berdasarkan jenis reaksi yang dikatalisisnya, masing-masing klas di bagi lagi menjadi 4-13 subklas.
  2. Nama enzim terdiri atas 2 bagian nama. Nama pertama menunjukkan substrat, sedangkan nama kedua menunjukkan tipe reaksi yang dikatalisisnya. Pada nama kedua ditambah dengan akhiran –ase.

Contohnya :

1.1.1.1 Alkohol: NAD oksidoreduktase

Alkohol adalah substrat enzim tersebut, sedangkan NAD+ bertindak sebagai ko-substrat, dan oksidoreduktase menunjukkan bahwa enzim tersebut mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi.

  1. Apabila diperlukan, dapat diberikan informasi tambahan untuk menjelaskan reaksi. Informasi tambahan ini dituliskan dalam tanda kurung pada bagian akhir.

Contohnya:

Enzim 1.1.1.37 L-malat: NAD+ oksidoreduktase (dekarboksilasi).

Enzim ini mengatalisis reaksi:

L-malat + NAD+ ® piruvat + CO2 + NADH + H +.

Reaksinya adalah oksidasi reduksi yang disertai dengan pelepasan CO2 (dekarboksilasi).

Lain halnya dengan enzim 1.1.1.37 L-malat: NAD+ oksidoreduktase.

Enzim ini mengkatalisis reaksi:

L Malat: NAD+ ? Oksaloasetat + NADH + H+

Reaksinya adalah dehidrogenase tanpa disertai dekarboksilasi.

  1. Setiap enzim mempunyai nomor kode (Enzyme Commission = EC) yang terdiri dari 4 digit nomor. Digit pertama menunjukkan klas enzim, digit kedua menunjukkan subklas, digit ketiga menunjukkan subsubklas, dan digit keempat menunjukkan enzim spesifik.

Contohnya:

Enzim dengan EC 2.7.1.1.

Angka 2 (digit pertama) menunjukkan klas ke-2 (transferase)

Angka 7 (digit kedua) menunjukkan  subklas 7 (transfer fosfat),

Angka 1 (digit ketiga) menunjukkan  subsubklas 1 (alkohol adalah aseptor fosfat).

Angka 1 (digit keempat) menunjukkan enzim yang bersangkutan, yaitu heksokinase atau ATP: D-heksosa 6-fosfotrasferase, sebuah enzim yang mengatalisis pemindahan fosfat dari ATP ke gugus hidroksil pada atom karbon keenam molekul glukosa.

Walaupun tatanama ini kompleks, namun tidak meragukan bagi peristilahan enzim yang didasarkan pada mekanisme reaksi. Walau tatanama ini yang sekarang digunakan, tetapi nama yang lebih pendek dan sudah sering digunakan sebelumnya tetap dipakai.

Related posts:

  1. Apa Itu Enzim?
  2. Bagaimana Struktur Enzim Itu?
  3. Siapakah Penemu Enzim?

Related Content Bagaimanakah Tatanama Enzim?


General characteristics: Singled-celled organism (unicellular) No nucleus Prokaryotic (haven' t membrane nuclei) Smallest and simplest kind . Bagaimanakah Tatanama Enzim? . MONERA | Wilujeng.com
Your PrivacyYour privacy is important to us. To better protect your privacy we provide this notice explaining our online information practices and the choices . Bagaimanakah Tatanama Enzim? . Privacy Policy | Wilujeng.com
Saya Hariyanto guru kimia SMA Negeri 3 Malang menulis Lembar Kegiatan Siswa (Worksheet) kelas XII semester genap. Masukan dan saran para pembaca sellu saya harapkan. Thanks worksheet WORKSHEET OF CHEMISTRY XII/2
membincangkan bagaimanakah 3% dapat direalisasikan pada 2020. Beberapa cadangan dari . dari negeri-negeri Asian, tatanama, tarikh barang berharmoni Asian dan tarif keutamaan . DEWAN NEGARA PARLIMEN KEDUABELAS PENGGAL PERTAMA MESYUARAT ...
bagaimanakah pihak Kementerian dapat memastikan maklumat di dalam E- Kasih adalah tepat . menyatakan apakah benar vaksin Meningitis mengandungi enzim babi . MALAYSIA DEWAN NEGARA ATURAN URUSAN MESYUARAT NASKHAH SAHIH ...
Ini makalah saya tentang Kingdom Animalia : ) dibuat berdasarkan fungsi-fungsi yang terdapat dalam Microsoft Word, agak sedikit kurang lengkap dan tidak sempurna. . Dia seorang ilmuwan Swedia yang meletakkan dasar tatanama biologi. Ia dikenal sebagai " bapak taksonomi modern" dan juga merupakan . About Kingdom Animalia
Bagaimanakah Tatanama Enzim? Bagaimana Struktur Enzim Itu? Download Free Ebook Tesaurus . Bahasa Indonesia. Siapakah Penemu Enzim? Apa Itu Enzim? Penemuan Ikan Berkepala Buaya . | Your Feed
Bagaimanakah Tatanama Enzim? Bagaimana Struktur Enzim Itu? Download Free Ebook Tesaurus . Bahasa Indonesia. Siapakah Penemu Enzim? Apa Itu Enzim? Penemuan Ikan Berkepala Buaya . | Your Feed
You can leave a response.

Leave a Reply